Saturday, April 28, 2012

Tak ada yang nyata...

0 comments
Semu..
Ketika Dunia terasa tidak adil
Tak ada yang jujur...
Bahkan ada frame yang tertanam bahwa kejujuran itu tidak ada.
Seperhero hanyalah dalam film...
Kebaikan hanya sebatas lisan...
Pertemanan hanya sebatas tongkrongan...
Cinta hanya sebatas kesenangan...

Benarkah???

Totally Wrong...

Kecuali kau siap berargumen dengan Tuhan..

Read full post »

Besar atau Kecil, no Problem, just share

0 comments

"
Mungkin Kita menganggap yang kita berikan adalah pertolongan kecil, tapi apakah kita tahu bahwa pertolongan kecil ini dirasakan besar oleh orang yang benar benar butuh pertolongan kita? Seribu Rupiah bernilai relatif, mungkin kita bisa padankan dengan sebatang rokok, tapi apakah kita tahu, bahwa di pinggiran jalan yang kita lewati ada yang memadankan seribu dengan sambungan hidup?
-Harta yang kita miliki bukan sepenuhnya milik kita, melainkan ada hak saudara kita di dalamnya-
"

Read full post »

Tuesday, April 24, 2012

Saya Malu Dengan Kekikiran #2

0 comments

10 Ribu Rupiah Membuat Anda Mengerti Cara Bersyukur





Ada seorang sahabat menuturkan kisahnya. Dia bernama Budiman. Sore itu ia menemani istri dan seorang putrinya berbelanja kebutuhan rumah tangga bulanan di sebuah toko swalayan. Usai membayar, tangan-tangan mereka sarat dengan tas plastik belanjaan.
Baru saja mereka keluar dari toko swalayan, istri Budiman dihampiri seorang wanita pengemis yang saat itu bersama seorang putri kecilnya. Wanita pengemis itu berkata kepada istri Budiman, "Beri kami sedekah, Bu!"
Istri Budiman kemudian membuka dompetnya lalu ia menyodorkan selembar uang kertas berjumlah 1000 rupiah. Wanita pengemis itu lalu menerimanya. Tatkala tahu jumlahnya tidak mencukupi kebutuhan, ia lalu menguncupkan jari-jarinya mengarah ke mulutnya. Kemudian pengemis itu memegang kepala anaknya dan sekali lagi ia mengarahkan jari-jari yang terkuncup itu ke mulutnya, seolah ia ingin berkata, "Aku dan anakku ini sudah berhari-hari tidak makan, tolong beri kami
tambahan sedekah untuk bisa membeli makanan!"
Mendapati isyarat pengemis wanita itu, istri Budiman pun membalas isyarat dengan gerak tangannya seolah berkata, "Tidak... tidak, aku tidak akan menambahkan sedekah untukmu!"
Ironisnya meski tidak menambahkan sedekahnya, istri dan putrinya Budiman malah menuju ke sebuah gerobak gorengan untuk membeli cemilan. Pada kesempatan yang sama Budiman berjalan ke arah ATM center guna mengecek saldo rekeningnya. Saat itu memang tanggal gajian, karenanya Budiman ingin mengecek saldo rekening dia.
Di depan ATM, Ia masukkan kartu ke dalam mesin. Ia tekan langsung tombol INFORMASI SALDO. Sesaat kemudian muncul beberapa digit angka yang membuat Budiman menyunggingkan senyum kecil dari mulutnya. Ya, uang gajiannya sudah masuk ke dalam rekening.
Budiman menarik sejumlah uang dalam bilangan jutaan rupiah dari ATM. Pecahan ratusan ribu berwarna merah kini sudah menyesaki dompetnya. Lalu ada satu lembar uang berwarna merah juga, namun kali ini bernilai 10 ribu yang ia tarik dari dompet. Uang itu Kemudian ia lipat kecil untuk berbagi dengan wanita pengemis yang tadi meminta tambahan sedekah.
Saat sang wanita pengemis melihat nilai uang yang diterima, betapa girangnya dia. Ia pun berucap syukur kepada Allah dan berterima kasih kepada Budiman dengan kalimat-kalimat penuh kesungguhan: "Alhamdulillah... Alhamdulillah... Alhamdulillah... Terima kasih tuan! Semoga Allah memberikan rezeki berlipat untuk tuan dan keluarga. Semoga Allah memberi kebahagiaan lahir dan batin untuk tuan dan keluarga. Diberikan karunia keluarga sakinah, mawaddah wa rahmah. Rumah tangga harmonis dan anak-anak yang shaleh dan shalehah. Semoga tuan dan keluarga juga diberi kedudukan yang terhormat kelak nanti di surga...!"

Budiman tidak menyangka ia akan mendengar respon yang begitu mengharukan. Budiman mengira bahwa pengemis tadi hanya akan berucap terima kasih saja. Namun, apa yang diucapkan oleh wanita pengemis tadi sungguh membuat Budiman terpukau dan membisu. Apalagi tatkala sekali lagi ia dengar wanita itu berkata kepada putri kecilnya, "Dik, Alhamdulillah akhirnya kita bisa makan juga....!"
Deggg...!!! Hati Budiman tergedor dengan begitu kencang. Rupanya wanita tadi sungguh berharap tambahan sedekah agar ia dan putrinya bisa makan. Sejurus kemudian mata Budiman membuntuti kepergian mereka berdua yang berlari menyeberang jalan, lalu masuk ke sebuah warung tegal untuk makan di sana.
Budiman masih terdiam dan terpana di tempat itu. Hingga istri dan putrinya kembali lagi dan keduanya menyapa Budiman. Mata Budiman kini mulai berkaca-kaca dan istrinya pun mengetahui itu. "Ada apa Pak?" Istrinya bertanya.
Dengan suara yang agak berat dan terbata Budiman menjelaskan: "Aku baru saja menambahkan sedekah kepada wanita tadi sebanyak 10 ribu rupiah!"

Awalnya istri Budiman hampir tidak setuju tatkala Budiman mengatakan bahwa ia memberi tambahan sedekah kepada wanita pengemis. Namun Budiman kemudian melanjutkan kalimatnya:
"Bu..., aku memberi sedekah kepadanya sebanyak itu. Saat menerimanya, ia berucap hamdalah berkali-kali seraya bersyukur kepada Allah. Tidak itu saja, ia mendoakan aku, mendoakan dirimu, anak-anak dan keluarga kita. Panjaaaang sekali ia berdoa!
Dia hanya menerima karunia dari Allah Swt sebesar 10 ribu saja sudah sedemikian hebatnya bersyukur. Padahal aku sebelumnya melihat di ATM saat aku mengecek saldo dan ternyata di sana ada jumlah yang mungkin ratusan bahkan ribuan kali lipat dari 10 ribu rupiah. Saat melihat saldo itu, aku hanya mengangguk-angguk dan tersenyum. Aku terlupa bersyukur, dan aku lupa berucap hamdalah.
Bu..., aku malu kepada Allah! Dia terima hanya 10 ribu begitu bersyukurnya dia kepada Allah dan berterimakasih kepadaku. Kalau memang demikian, siapakah yang pantas masuk ke dalam surga Allah, apakah dia yang menerima 10 ribu dengan syukur yang luar biasa, ataukah aku yang menerima jumlah lebih banyak dari itu namun sedikitpun aku tak berucap hamdalah." 

Budiman mengakhiri kalimatnya dengan suara yang terbata-bata dan beberapa bulir air mata yang menetes. Istrinya pun menjadi lemas setelah menyadari betapa selama ini kurang bersyukur sebagai hamba. Ya Allah, ampunilah kami para hamba-Mu yang kerap lalai atas segala nikmat-Mu!


Sumber Alhikmah
Dikutip dari Blog: Ahmad Bisri
Read full post »

Monday, April 16, 2012

Saya Malu dengan Kekikiran...

0 comments






"SEBUAH KISAH NYATA TENTANG KEBAIKAN"


Suatu hari saya naik angkutan kota. Pengemudi angkot itu seorang anak muda. Didalam angkot duduk 7 penumpang, termasuk saya. Masih ada 5 kursi yang belum terisi.

Di tengah jalan, angkot-angkot saling menyalip untuk berebut penumpang. Tapi ada pemandangan aneh. Di depan angkot yang kami tumpangi, ada seorang ibu dengan 3 anaknya berdiri di tepi jalan. Tiap ada angkot yang berhenti dihadapannya, si ibu bicara kepada supir angkot, lalu angkot itu melaju kembali. Kejadian seperti itu terulang beberapa kali.

Ketika angkot yang kami tumpangi berhenti didepennya,
si ibu tak langsung naik, tapi bertanya dulu kepada sang supir:
“Dik, lewat terminal bis ga?”, Tanya nya
Supir menjawab “ya bu lewat terminal”.
Si ibu bilang lg “tapi saya dan ke 3 anak saya tidak punya ongkos.”
Sambil tersenyum, supir itu menjawab “gak papa Bu, naik saja”,
Ketika si Ibu tampak ragu-ragu, supir mengulangi perkataannya “ayo bu, naik saja, gpp”

Saya terpesona dengan kebaikan Supir angkot yang masih muda itu, di saat jam sibuk dan angkot lain saling berlomba untuk mencari penumpang, tapi si Supir muda ini merelakan 4 kursi penumpangnya untuk ibu & anak2nya.

Ketika sampai di terminal bis, 4 penumpang gratisan itu turun. Si Ibu mengucapkan terima kasih kepada Supir. Di belakang ibu itu, seorang penumpang pria turun lalu membayar dengan uang Rp.20 ribu. Ketika supir hendak memberi kembalian (ongkos angkot hanya Rp.2 ribu) Pria itu bilang "udah ga usak dikembalian, uang itu untuk ongkos sy dan 4 penumpang tadi, lebih nya ambil saja" "Terus jadi orang baik ya, Dik ” kata pria tersebut kepada sopir angkot muda itu.

Hari itu saya benar-benar dibuat kagum dengan kebaikan-kebaikan kecil yang saya lihat. Seorang Ibu miskin yang jujur, seorang Supir yang baik hati, & seorang penumpang yang dermawan n budiman. Mereka saling mendukung untuk kebaikan.

---SubhanalLah walhamdulilLah walaailaahailalLahu AlLahu Akbar---

Andai separuh saja bangsa kita seperti ini, maka dunia akan takluk oleh kebaikan kita! Silahkan disebar jika cerita ini patut di contoh, sebagai cara berbuat kebajikan. ^_^
Read full post »

Saturday, April 14, 2012

Today Is Yours! Everyday Is Ours!

0 comments
Hidup Sipil!


Suara Kuya HMS berteriak mengelilingi kampus ITB, perjuangan para wisudawan melepas status mahasiswa telah selesai, suka cita terlihat dari wajah wajah yang sudah terlihat tua.

14 April 2012 adalah hari bersejarah bagi HMS ITB, terutaman 18 wisudawan HMS yang siap untuk unjuk kemampuan untuk berbuat sesuatu yang lebih dari sekedar teori.

Arak Arakan Wisuda HMS ITB

Status mahasiswa memberikan prestise yang menjanjikan, akan ada sensasi luar biasa ketika menjadi seorang mahasiswa (kata orang orang yang udah lulus).

Kata kata yang sangat sering didengar ketika wisudaan adalah "Today is Yours"  Hari ini memang menjadi milik wisudawan sepenuhnya. HMS ITB sangat mengapresiasi wisudawan dengan acara wisnite dan wisday yang begitu mnegesankan.

Selamat Wisudawan HMS ITB! Semoga status sarjana bukan hanya label, jadilah  orang yang tak hanya memikirkan masa depan sendiri, bangsa ini butuh orang orang seperti kalian.

Hidup HMS ITB!!!
Read full post »

Saturday, April 7, 2012

Djakarta...

0 comments
Djakarta -Kontras-

Djakarta, pusat pemerintahan Indonesia yang memiliki potret suram, berbagai permasalahan menjadi tugas berat dan terakumulasi untuk para pemimpin kota metropolitan ini. Tak sedikit cercaan demi cercaan diterima oleh Gubernur DKI karena dianggap tidak becus menangani masalah yang ada di Jakarta. Ironis memang ketika terlihat gedung menjulang tinggi menjadi latar pemukiman kumuh yang nyaris tak layak ditinggali oleh manusia. Ada apa di Jakarta? Sehingga kaum kelas atas memiliki ketimpangan sosial dan ekonomi yang bagaikan bumi dan langit dengan wong cilik?
Ketika sosialita menghamburkan uang untuk menyantap makanan super mahal dan fasilitas mewah ternyata di sudut sana terdapat segerombolan manusia yang memperjuangkan hidup bahkan hanya untuk pengganjal perut. Oh Tuhan dimana keadilan? Sulit untuk diterima akal sehat.

Jika dikaji lebih dalam, banyak hal yang menyebabkan Jakarta menjadi kota yang tak ramah untuk sebagian orang, bahkan kata kata ini sudah menjadi judul film nasional yang lawas, "Kejamnya Ibu tiri tak Sekejam Ibukota". Film ini menjadi saksi bahwa Jakarta memang kejam.
Jawablah pertanyaanku tentang Keadilan


Banyak ahli berpendapat bahwa permasalahan Kota Jakarta bukanlah permasalahan sepele, karena akar masalahnya telah meransek ke semua tatanan kehidupan. Berikut ada beberapa uraian yang menjadi fokus permasalahan Jakarta:
  1. Krisis moral melanda Ibukota, pengaruh budaya negatif yang sangat dominan membuat kepedulian dan keinginan untuk saling membantu menjadi hal yang sulit ditemukan.
  2. Kaum urban yang seolah olah tidak peduli dengan keadaan Jakarta yang sebenarnya tidak lagi menjanjikan kehidupan yang lebih baik, bahkan kebanyakan kaum urban tidak memilki "Added value"  sehingga malah menimbulkan masalah baru.
  3. Keadaan infrasturktur publik Jakarta sangat buruk untuk sekelas Ibukota, jalanan macet, banjir, sampah, merupakan permasalahan yang belum tuntas sampai saat ini.
  4. Perbedaan sosial yang terlalu jauh membuat gap gap yang sulit disatukan untuk membangun perekonomian Jakarta, Monopoli dan perebutan kekuasaan menjadi trend di kalangan politisi dan pengusaha.
  5. Ujung dari semua permasalahan adalah bagaimana pemerintah belum mampu memberi solusi terhadap semua masalah yang ada di Ibukota tercinta Jakarta.
Siapapun yang memimpin Jakarta semoga bisa membawa perubahan untuk Jakarta, saya sangat paham bahwa memimpin Kota yang memiliki masalah kompleks seperti Jakarta bukanlah hal mudah. Tapi bukankah seorang pemimpin harus melakukan segalanya untuk rakyatnya? Bukan hanya janji belaka yang membuat rakyat sengsara dan bertanya "Dimanakah Keadilan?". 


Read full post »

Teenage Life is to Mainstream

0 comments
Mainstream Pattern


"Mainstream"  merupakan salah satu kata yang sangat populer saat saya menulis blog ini, telinga ini sudah tidak asing lagi mendengar celotehan para ABG yang menggunakan kosakata serapan ini, tapi apakah benar mereka benar benar paham apa yang dimaksud dengan mainstream?
Apa sih sebenarnya yang dimaksud "mainstream"? 
Secara bahasa mainstream berasal dari Bahasa Inggris, Kata Mainstream terbentuk dari dua kata dalam bahasa inggris yaitu "Main" dan "Stream", "Main" berati utama atau pusat dan "Stream" berarti arus atau aliran. Mainstream sendiri dapat diartikan sebagai suatu aliran utama atau aliran pusat yang menjadi trend atau yang paling popular dalam kurun waktu tertentu. Secara harfiah mainstream juga diartikan tendensi atau kecenderungan. Jadi secara umum mainstream dapat dikatakan sebagai suatu kecenderungan kepada hal hal yang menjadi trend, sehingga terlihat sporadis dan ikut ikutan.

Lalu apa yang dimaksud  "Teenage Life is to Mainstream",  ya inilah yang menjadi fakta saat ini, para remaja yang hidup di era ini memiliki tendensi untuk selalu mengikuti trend yang ada, terkadang mereka sendiri tidak paham dengan apa yang mereka ikuti, hanya alasan ikut ikutan, atau pengen dibilang gaul, mereka mengambil suatu tindakan yang mereka sama sekali tidak memahaminya.

Mainstream  yang membuat kecemasan bangsa adalah perubahan pola hidup ke arah hedonis, yang notabene hanya ikut ikutan teman, atau pencitraan kaum kelas atas yang mapan secara finansial, ya generasi muda kita memang masih labil dan perlu pendidikan kepribadian agar kokoh dalam berprinsip.



Read full post »
 

Copyright © 24hourslife Design by Free CSS Templates | Blogger Theme by BTDesigner | Powered by Blogger